Article

PERBANDINGAN KINERJA DAN PENGHEMATAN LISTRIK PADA AC SPLIT R-22 MENGGUNAKAN REFRIGERANT HIDROKARBON R-290

 August 18, 2020        

Alat penyejuk ruangan berupa mesin AC yang menggunakan refrigerant sintetik R-22 akan mengalami kendala disebabkan bahan R-22 sudah dibatasi bahkan dilarang peredarannya dan harus dihapuskan dari penggunaannya sebagai Refrigerant pada AC karena termasuk kategori bahan yang merusak lingkungan di atmosfir bumi serta tergolong sebagai Bahan Perusak Ozon (BPO) dan Bahan Gas Rumah Kaca (GRK). Penggantian R-22 dengan Refrigerant Sintetik generasi baru seperti R-407C, R-410/ R-32 tidak menyelesaikan masalah secara tuntas dikarenakan bahan tersebut masih mengandung unsur Gas Rumah Kaca (GRK), juga secara teknis tekanan kerja bahan saat beroperasi lebih besar dibandingkan R-22 sehingga tidak kompatibel dengan kompresor AC yang sebelumnya menggunakan R-22 serta relative masih lebih mahal.


Dalam bangunan komersial seperti Hotel energi listrik untuk menggerakan AC mengkonsumsi lebih dari 50 % dari total energy pada bangunan Hotel tersebut, seperti ditunjukkan dalam tabel dibawah ini:



Permasalahan di atas, secara sains dan teknologi dapat diatasi dengan melakukan penggantian bahan pendingin pada AC gedung dari jenis R-22 ke refrigerant hidrokarbon R-290 diantaranya yang banyak tersedia dipasaran adalah Musicool MC-22. Sebagai kelompok refrigerant hidrokarbon penggunaan MC-22 pada AC Split mengacu kepada SNI 06-6500-2000 memiliki berbagai kelebihan diantaranya:


Ramah Lingkungan


Sebagai refrigerant hidrokarbon, MC-22 merupakan produk ramah lingkungan karena bukan Bahan Perusak Ozon (BPO) dan bukan Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai surat dari Kemen LH No. B-1084/Dep III/2/LH/2/2006 tanggal 24 Februari 2006, sehingga dapat memenuhi kriteria produk ramah lingkungan ketentuan dalam: ISO-14000, Propper dan Green Bulding (Bangunan Ramah Lingkungan).



Hemat Energi



Mesin penyegar udara (Air Conditioning) pada bangunan gedung bekerja menggunakan energi listrik selama operasinya (Kwh). Energi listrik terbesar digunakan untuk menggerakan kompressor yang berfungsi untuk menaikan tekanan refrigerant dari sisi hisap (suction) setelah evaporator menuju sisi tekanan (discharge) sebelum masuk kondensor. Untuk bisa menghasilkan pendinginan sesuai dengan spesifikasi bila AC menggunakan MC-22 tekanan dischargenya akan lebih rendah dibanding R-22, begitu juga jumlah massa MC-22 (Kg) yang digunakan akan lebih kecil (± 30%) dari R-22, sehingga energi listrik pada AC tersebut yang menggunakan MC-22 akan lebih hemat (±20) dibandingkan dengan AC masih dengan R-22.



Kinerja pada mesin penyegar udara menunjukan lebih baik, dikarenakan sifat Fisika & Sifat Termodinamika dari refrigerant hidrokarbon lebih unggul dari refrigerant sintetik (lihat referensi).



Untuk membuktikan salah satu keunggulan dari Musicool MC-22 ini yaitu hemat energi berikut dilakukan uji coba retrofitting AC dengan refrigerant sintetik R-22 dengan Musicool MC-22 dengan hasil sebagai berikut:






Dari data tersebut di atas (dan analisa dengan data sifat termodinamika refrigerant hidrokarbon R-290 / MC-22) dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Penggunaan refrigerant hidrokarbon R-290 (Musicool MC-22) pada mesin AC Split kapasitas 1PK (9000 BTU) memberikan efek pendinginan pada mesin AC Split tesebut yang optimal (16 ˚C) dibandingkan pada saat mesin AC Split tersebut masih menggunakan R-22 (16.2 ˚C).
  • Penggunaan R-290 (MC-22) pada mesin AC Split bisa memberikan penghematan energi listrik sebesar 32 % dibandingkan saat mesin AC split tersebut masih menggunakan R-22.
  • Kompresor AC Split setelah menggunakan R-290 (MC-22) akan bekerja lebih ringan karena tekanan keluaran (discharge) kompresor lebih rendah dibandingkan saat AC Split masih menggunakan R-22.


Oleh : Ir. Tatang Hidayat, MSi