Konsinyering Kebijakan Penghapusan Hydrochloroflourocarbon (HCFC) dan Hydroflourocarbon (HFC) di Sektor Industri

Berdasarkan ratifikasi Protokol Montreal di tahun 1992, Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai kebijakan untuk menjaga, memulihkan dan melindungi lapisan ozon. Protokol Montreal mengatur pengurangan atau penghapusan secara bertahap bahan-bahan kimia yang dapat merusak lapisan ozon. Saat ini, Protokol Montreal telah mengalami perubahan melalui Amandemen Kigali yang bertujuan untuk menurunkan konsumsi dan produksi HCFC dan HFC (freon sintetik) secara bertahap.

Dengan latar belakang Amandemen Kigali tersebut, pada tanggal 03 Desember 2018 bertempat di Hotel Grand Savero Kota Bogor, dilaksanakan konsinyering dan dengar pendapat dari Akademisi, Asosiasi pendingin, tata udara dan refrigerasi seperti APITU dan ASISI, pelaku industri seperti LG, Panasonic dan Daikin serta PT. Pertamina (Persero) yang diwakili oleh Fungsi Domestic Gas selaku produsen refrigeran hidrokarbon dengan merk Musicool.

Konsinyering tersebut beragendakan pembahasan kebijakan penghapusan HCFC dan HFC di sektor industri dengan 4 sub agenda sebagai berikut :

1.  Kebijakan Kementerian Perindustrian dalam Penghapusan Bahan Perusak Ozon (BPO) Sektor Industri.

2.  Implementasi Kebijakan HCFC Sektor Manufaktur dan Industri Daur Ulang yang disampaikan oleh Kementerian            

     Perdagangan.

3.  Kebijakan Impor BPO dan Barang Berbasis Sistem Pendingin yang disampaikan oleh Bapak Ari Darmawan Pasek, PhD -

     Guru Besar Fakultas Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung.

4.  Refrigeran Hidrokarbon pada Sistem Pendingin yang disampaikan oleh Ibu Anna Dewi Lestari - Perwakilan Fungsi

     Domestic Gas PT. Pertamina (Persero).


Setelah mendengar berbagai pemaparan diatas, Kementerian Perindustrian merumuskan tindak lanjut untuk mengimplementasikan penghapusan dan pengurangan HCFC dan HFC di sektor Industri berupa dukungan dan regulasi mengenai penggunaan refrigeran hidrokarbon sebagai pengganti freon sintetik yang ramah lingkungan dan hemat energi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dalam aplikasinya di sektor industri maupun rumah tangga.