Sekilas Tentang Refrigeran

Apakah refrigeran itu? Refrigeran sejenis bahan atau zat berupa cairan dan gas yang biasanya dialirkan di dalam instalasi mesin pendingin. Masyarakat umum di Indonesia biasanya menyebut dengan istilah Freon. Padahal “Freon” adalah merek produk dari salah satu refrigeran sintetik yakni produksi Dupont, Amerika. Apa yang menarik tentang refrigerant ini? Yuk kita kupas lebih lanjut.
Perkembangan Refrigen

  1. Generasi Pertama
    Refrigeran yang pertama kalinya dimanfaatkan sebagai bahan pendingin dimulai pada abad 19, yakni berupa refrigeran alami atau natural refrigerant seperti ammonia, karbondioksida, dan air.
  2. Generasi Kedua
    Pada generasi berikutnya lahirlah refrigeran sintetis (refrigerant buatan secara kimiawi) dengan nama Chloro Fluoro Carbon (CFC) dan Hydro Chloro Fluoro Carbon (HCFC). Karena kelebihannya antara lain mudah diproduksi dan mudah diaplikasikan pada mesin pendingin, refrigerant sintetik tersebut serentak digunakan industri pendingin dunia. Contoh refrigeran R-22, R-11, R-12. Namun demikian baik CFC maupun HCFC memiliki kekurangan yang sangat signifikan, yakni memiliki kandungan yang sangat berpotensi merusak lingkungan, yakni lapisan ozon dan potensi global warming yang sangat tinggi.
  3. Generasi Ketiga
    Dengan mulai meningkatnya kesadaran atas kerusakan ozon dan global warming, diciptakan teknologi refrigerant sintetis yang lebih ramah lingkungan yakni Hydro Fluoro Carbon (HFC). HFC memiliki kelebihan tidak mengakibatkan ODP (ozone depletion potential), namun masih berpotensi merusak lingkungan karena masih mengandung GWP (global warming potential). Industri dan pengguna mesin pendingin, saat ini mulai banyak menggunakan HFC yang juga masih merupakan refrigerant sintetis seperti R-410A, R-407C, R-134a, dan R-32.
  4. Generasi Keempat
    Mulai Abad 21 ini, tepatnya dimulai di tahun 2014-2015 ini, industri mesin pendingin mulai mulai beralih lagi ke refrigeran alami yang didukung oleh kemajuan teknologi seperti Hidrokarbon (HC), Hydro Fluoro Olefin (HFO), Ammonia, dan Karbon Dioksida. Trend ini disebabkan tuntutan baik dari masyarakat dan berbagai negara di dunia untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah. Pertamina saat ini bekerja sama dengan ESDM EBTKE berupaya menggiatkan penggunaan refrigeran hidrokarbon produksi Pertamina yakni Musicool.

Varian Penggunaa Musicool